Kiat Memilih Merk Pil KB untuk Ibu Menyusui

Buah hati adalah anugerah dari Tuhan yang kehadirannya patut disyukuri. Namun, apa jadinya kalau Anda hamil lagi sementara anak Anda sebelumnya masih sangat kecil dan bahkan masih belum masuk usia sapih? Hati-hati, lho, Bun. Jarak kehamilan yang terlalu dekat bisa memberi dampak negatif terhadap Anda dan janin.
Selain anemia selama hamil, risiko pendarahan dan kematian saat melahirkan bisa saja meningkat. Anda juga tidak dapat memberikan ASI eksklusif dan fokus mengurus anak Anda sebelumnya. Sementara bagi janin, bahayanya adalah meningkatkan risiko terlahir dengan berat badan rendah, prematur, cacat, hingga mati.
Jarak kehamilan minimal yang dianjurkan umumnya 2-3 tahun. Jika Anda masih menyusui dan khawatir hamil lagi, ada beberapa metode kontrasepsi yang bisa Anda gunakan. Salah satunya dengan memilih merk pil KB untuk ibu menyusui yang aman dan mengonsumsinya. Adapun kiat memilihnya adalah sebagai berikut:

  1. Cari yang Mengandung Hormon Progestin
    Ada dua jenis pil KB yang beredar di pasaran, yakni pil kombinasi dan mini. Pil kombinasi mengandung hormon estrogen dan progestin, sementara mini hanya memiliki progestin saja. Meski tingkat efektifitasnya dalam mencegah kehamilan tidak setinggi kombinasi, pil mini-lah yang biasanya disarankan untuk ibu menyusui.
    Pasalnya, jumlah progestin yang ikut masuk ke aliran ASI tidak sebanyak estrogen sehingga kecil kemungkinannya mempengaruhi tumbuh kembang buah hati. Selain itu, hormon progestin juga tidak menghambat produksi ASI sehingga Anda tetap bisa menyusui si kecil secara eksklusif. Bahkan, ada juga pendapat yang mengatakan kalau produksi ASI justru bisa semakin lancar saat mengonsumsinya.
    Menyusui secara eksklusif sendiri sebenarnya juga bisa menjadi metode kontrasepsi alami. Jika dikombinasikan dengan konsumsi hormon progestin, efektifitasnya dalam mencegah kehamilan bisa mendekati 100%. Namun, Anda perlu menetapkan jadwal konsumsi pil di jam yang sama setiap harinya. Jika terlambat beberapa jam saja, ada baiknya Anda puasa berhubungan intim dengan suami terlebih dahulu sekitar dua hari.
  2. Perhatikan Dosis & Efek Sampingnya
    Meski tergolong lebih aman, bukan berarti pil mini tidak memiliki efek samping sama sekali. Pada umumnya, efek sampingnya hampir mirip dengan yang dimiliki pil kombinasi. Misalnya menyebabkan siklus haid jadi kurang teratur, sakit kepala, kenaikan berat badan, mual, gairah seks menurun, jerawat, nyeri payudara, dan perubahan mood.
    Efek samping ini umumnya hanya bersifat sementara dan bisa hilang sendiri. Namun, ada kasus khusus seperti pembentukan kista ovarium dan terjadinya perubahan mood secara ekstim sehingga menyebabkan depresi. Untuk kasus seperti ini, tentunya membutuhkan penanganan khusus dari dokter atau bidan.
    Satu merk pil KB untuk ibu menyusui bisa memiliki dosis berbeda yang berpengaruh pada efek samping yang dimilikinya. Oleh karena itu, pastikan Anda mengonsumsi pil dengan dosis yang sesuai, bukan asal mengikuti testimoni sahabat atau tetangga. Masing-masing individu memiliki kondisi tubuh berbeda, sehingga efek samping yang mungkin muncul juga bisa berbeda.
  3. Konsultasikan dengan Dokter
    Untuk lebih amannya, pastikan Anda selalu konsultasi ke dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi pil tersebut. Dokter dapat melakukan serangkaian tes fisik lengkap atau menanyakan riwayat kesehatan Anda dan keluarga sebelum merekomendasikan pil yang paling sesuai.
    Dokter juga akan menjelaskan kapan Anda harus mengonsumsinya dan apa yang perlu Anda lakukan jika jadwal tersebut terlewat. Jika ada efek samping yang mengganggu, dokter pun bisa merekomendasikan pil lain untuk Anda.